Resmikan Pembangunan JLLB Tahap I, Risma: Tidak Ada Lagi Kawasan Pinggiran

Tahap II sepanjang 6,45 yang menghubungkan Lakarsantri-Raya Sememi. Tahap selanjutnya Raya Sememi-Romokalisari sepanjang 3,85 Km dan terakhir tahap IV yang menghubungkan Raya Sememi-Raya Tambak Osowilangun.

Risma juga berharap dengan dibangunnya JLLB bisa memberikan warisan berharga bagi generasi penerus untuk memajukan Surabaya lebih baik dan maju lagi. "Ini kita buat sejarah. Kita tinggalkan warisan utnuk anak cucu kita," pungkas Risma.

Selain terkoneksi kawasan utara-selatan dengan kota, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menjadikan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) sebagai emergency landing. Bahkan Risma mengaku rencana emergency landing di ruas JLLB yang mempunyai 14 lajur dengan lebar 55 meter itu dihitung sendiri. "Yang di tengah (Benowo), planing saya untuk pendaratan darurat sehingga, seperti di Singapura," ungkapnya.

Menurut perhitungan Risma, emergency landing bisa digunakan pesawat jenis boeing 737-800. "Kita siapkan saja. Karena kalau emergency landing di Kali Lamong maupun Kali Brantas tidak mungkin karena kondisinya belok belok. Pokoknya kemarin saya hitung sendiri bener saya hitung, wong walikotane insinyur," ujar Risma yang mendapat tepuk tangan dari undangan yang hadir.

Ia menjelaskan, JLLB yang 80 persen menggunakan lahan milik pengembang perumahan akan memiliki 14 lajur masing masing masing 7 lajur. "Nanti untuk lokasi emergency landing di tengah tidak akan ada barrier sehingga tidak ada halangan serta lajur lambat lebih luas dibanding lajur cepat, agar ekonmi masyarakat lebih cepat berkembang," pungkas Risma.

Tahap II sepanjang 6,45 yang menghubungkan Lakarsantri-Raya Sememi. Tahap selanjutnya Raya Sememi-Romokalisari sepanjang 3,85 Km dan terakhir tahap IV yang menghubungkan Raya Sememi-Raya Tambak Osowilangun. (yul/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO