Jajaran pimpinan DPRD Gresik saat paripurna usulan pemberhentian kepala daerah. Foto: Ist
Ia menyampaikan, pimpinan DPRD Gresik setelah berkirim surat usulan pemberhentian kepala daerah hasil Pilkada 2020 ke Mendagri melalui Gubernur Jatim, pihaknya tinggal menunggu surat jawaban dari Mendagri.
"Dipastikan sebelum tanggal 20 Februari surat dari Mendagri sudah turun, karena pada tanggal tersebut calon kepala daerah yang tidak ada PHPU Kada dan PHPU Kada tidak diterima MK dilantik," ucap anggota Fraksi Gerindra DPRD Gresik itu.
Sedangkan wakil ketua yang lain, Ahmad Nurhamim, menyatakan sesuai dengan keputusan Mendagri, kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang tidak ada sengketa PHPU Kada maupun yang terjadi PHPU Kada, namun gugatan tidak diterima Mahkamah Konstitusi, calon kepala daerah bersangkutan akan dilantik serentak pada 20 Februari.
"Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Gresik terpilih, yakni Yani-Alif akan ikut gerbong pelantikan pada 20 Februari. Pelantikan kepala daerah serentak dijadwalkan digelar di Istana Negara, dan akan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto," paparnya.
Ia berharap, pelantikan kepala daerah terpilih berjalan lancar, sehingga setelah dilantik dan menjalani pembekalan Retreat di Magelang langsung tancap gas menjalankan program yang telah disampaikan saat kampanye.
Mujid Riduan sebagai Wakil Ketua DPRD Gresik lainnya menambahkan, Yani-Alif akan menjalankan program-program yang telah dijanjikan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Gresik lebih baik dan maju.
"Kolaborasi antara pemimpin dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Gresik yang lebih maju," tuturnya. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




