Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, saat memberi sambutan.
Sementara, anggota Komisi E DPRD Jatim Suwandi Firdaus mengapresiasi kegiatan SPAB yang menyasar para warga sekolah ini.
Baginya, pelaksanaan SPAB ini sangat penting bagi para siswa untuk mengenali berbagai ragam bencana dan upaya penanganannya.
"Kami sangat mendukung upaya kesiapsiagaan bagi para siswa ini dan kami juga berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun," dukungnya.
Selain di Mojokerto, pada hari ini juga dilangsungkan kegiatan yang sama di Sekolah Luar Biasa (SLB) Muhammadiyah Jombang.
Sebelumnya, kegiatan SPAB juga telah dilangsungkan di Kabupaten Jember, Kabupaten Malang, Blitar, Ponorogo dan Trenggalek.
Di setiap lokasi, pelaksanaan SPAB berlangsung selama dua hari, dengan penyampaian materi di dalam dan di luar kelas.
Selain materi tentang SPAB dan pengenalan potensi bencana melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), kegiatan ini juga ditandai dengan simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan pemadaman api.
Selain itu, juga dilakukan penyerahan rambu titik kumpul, rambu jalur evakuasi, poster kebencanaan, Majalah Tangguh dan Buku Saku Pengenalan Bencana. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




