
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Wali kota bersama wakilnya, Nurochman dan Heli Suyanto, hadir secara virtual dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batu, Kamis (27/2/2025).
Tema yang diangkat dalam agenda tersebut ialah 'Perwujudan Kesejahteraan Masyarakat yang Berdaya Saing dan Berbudaya di Dukung Pemantapan Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan'.
Baca Juga: Retreat di Magelang, Bupati Kediri Ceritakan Kenangan Masa Kecil Bersama Ayahnya
Dalam sambutannya, kepala daerah terpilih itu menyampaikan bahwa Musrenbangcam menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan dan kebijakan di masa pemerintahannya. Nurochman juga menegaskan, Musrenbang juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan melalui penyampaian aspirasi yang dimulai dari tingkat RT/RW hingga Pemerintah Kota.
"Musrenbang menjadi landasan utama pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintahan Nurochman-Heli, sekaligus wadah partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Kegiatan ini juga merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Selamat mengikuti Musrenbangcam Batu, semoga produktif!," paparnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto, menyebut pembangunan tidaklah menjadi tanggung jawab pemerintah, meskipun domainnya berada pada pemerintah. Namun, keterlibatan atau partisipasi semua pihak sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian indikator pembangunan.
Baca Juga: Urusi Surat-menyurat di Retreat Magelang, Bupati Kediri Bilang Begini
"Partisipasi semua pihak dimulai dari proses perencanaan, proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri, bahkan lebih jauh lagi adanya partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan. Untuk itu pembangunan haruslah menjadi milik bersama, harus ada rasa memiliki oleh semua pihak, sehingga keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan dapat terjaga," ujarnya.
Dalam laporannya, Camat Batu, Sasongko Fitra Adhitama, menyampaikan kegiatan ini menghimpun sejumlah total 539 usulan yang terdiri dari beberapa komponen yang didominasi Sarana Prasarana sebanyak 367 usulan, dan kemudian dikerucutkan menjadi 42 usulan prioritas yang diharapkan dapat terealisasikan dengan baik.
Ia juga menyebutkan berbagai isu strategis dalam Musrenbang Batu yaitu pengelolaan sampah, revitalisasi saluran air, perbaikan tebing penahan tanah, pembangunan sarana olahraga, rehabilitasi jalan tembus, serta penataan tiang, kabel dan pipa air di ruang milik jalan.
Baca Juga: Evaluasi Pengelolaan Sampah, Wawalkot Heli Suyanto dan Anggota DPRD Kota Batu Kunjungi TPA Tlekung
Hal unik yang membedakan Musrenbangcam Batu dengan 2 kecamatan lainnya adalah jajaran pejabat terkait mengenakan pakaian adat khas Kota Batu Sekar Bawono, serta terdapat expo UMKM dari delapan rumah produksi di Kecamatan Batu, dan Fashion Show batik kolaborasi TP PKK Kecamatan Batu dan Enam UMKM Batik Khas Batu yang turut diperagakan oleh Siti Faujiah Nurochman dan Ridha Agusta Heli Suyanto.
Musrenbangcam Batu juga dihadiri, Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, 14 anggota DPRD Dapil Kecamatan Batu, Sekretaris Daerah Kota Batu, beserta jajaran Asisten, Staff Ahli, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Batu, Lurah & Kepala Desa se-Kecamatan Batu didampingi seluruh Ketua RW. (asa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News