Warga yang diamankan dan diduga terlibat pembunuhan. foto: suarasurabaya/sentral fm
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Usai terjadi pengeroyokan terhadap dua warga Desa Selok Awar-awar, yang menolak tambang pasir di desanya, Sabtu (26/9) akhir pekan lalu, polisi mengamankan 36 warga yang diduga ikut terlibat dalam pembantaian yang menewaskan Namri Salim alias Kancil, dan membuat luka parah Tosan (51), warga Dusun Persil, Desa Selok Awar-Awar.
Diawali polisi yang bekerja secara maraton menangkap 12 eksekutor pembunuhan petani, melalui pelacakan nomor ponsel, akhirnya berkembang menjadi 36 warga lain. (Baca juga: Diduga Gara-gara Menolak Tambang Pasir, Dua Warga Selok Awar-awar Lumajang Dikeroyok, 1 Tewas)
BACA JUGA:
Polisi terlebih dahulu menangkap Dasir dan Siari, kemudian dari dia polisi melacak 11 rekannya, di berbagai tempat berbeda, lalu berkembang sebanyak 36 warga ditangkap pula.
AKP Eko Hari Suprapto, Kapolsek Pasirian mengatakan, 36 orang terduga pelaku yang diamankan masih menjalani penyidikan, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. "Penyidik masih berupaya mengungkap, siapa berbuat apa. Sehingga siapa-siapa saja yang turut terlibat dan berperan dalam aksi pengeroyokan sadis itu, saat ini masih belum bisa disimpulkan. Dan penyidik masih mempunyai waktu sampai malam nanti, sesuai batas waktu 1x24 jam untuk memperdalam penyidikannya sebelum menetapkan tersangkanya," katanya.
Kepala Desa (Kades) Selok Awar-Awar Hariyono, juga terlihat berada di ruangan Satuan Reskrim Polres Lumajang meski tidak termasuk dari 36 orang terduga pelaku yang diamankan polisi.
Penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang-bukti untuk memperkuat penyidikan kasus ini. Di antara barang-bukti yang telah diamankan, berupa batu yang berserakan di sekitar tubuh korban yang diduga digunakan sebagai alat penganiayaan, kayu dan sejumah barang-bukti lainnya.
Polisi pun memperketat pengamanan di Desa Selok Awar-Awar. Personel Polres Lumajang menjadikan Kantor Desa Selok Awar-awar sebagai posko pengamanan. Di pendopo Kantor Desa terlibat belasan troli tempat tidur sementara bagi personel pengamanan yang bermalam di sana sejak Sabtu (26/9).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




