Pembantaian Dua Penolak Tambang di Lumajang, Polisi Tangkap 36 Warga

Pembantaian Dua Penolak Tambang di Lumajang, Polisi Tangkap 36 Warga Warga yang diamankan dan diduga terlibat pembunuhan. foto: suarasurabaya/sentral fm

"Kami memang terus memantau pengamanan di Desa Selok Awar-awar ini dari berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas pasca peristiwa pengeroyokan kemarin," kata AKP Eko Hari Suprapto Kapolsek Pasirian ketika dikonfirmasi Sentral FM.

Dikatakannya, hari ini dikerahkan 1 pleton pengamanan yang berjumlah 30 personel. Personelnya juga diback-up dari Polsek jajaran lainnya.

(Baca juga: Kasus Tambang Ilegal di Lumajang, Komisi A DPRD Jatim: Pecat Kasatpol PP Jatim)

Sementara Kondisi Tosan (51) masih kritis dan belum sadarkan diri. Pria yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di Desanya itu, sebelumnya menjadi sasaran pengeroyokan sadis yang diduga dilakukan kelompok warga pro tambang. Tosan sendiri ditemukan di pesisir pantai, dalam kondisi terluka parah di bagian kepalanya akibat dihantam batu dan kayu.

Tosan yang sejak Sabtu (26/9), mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Lumajang dalam pengamanan ketat aparat kepolisian dan pihak keluarga, akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke RS Syaiful Anwar, Malang. Hal ini dilakukan karena kondisi Tosan yang terlampau parah, hingga membutuhkan perawatan medis lebih baik lagi.

Adapun WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Timur menegaskan akan mengawal kasus ini. Ony Mahardhika Direktur Eksekutif WALHI Jatim mengatakan bahwa pihaknya akan mendatangi Mapolda Jatim untuk menggelar aksi teatrikal. “Tujuannya, agar Polda Jatim juga mengusut kasus ini secara serius. Selain itu, kami juga akan mengajukan pengaduan terkait kasus ini,” katanya. (ssn/jat/ros) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO