Ilustrasi Pegasus.

Setelah kemenangannya, Bellerophon mulai merasa dirinya sehebat para dewa. Ia pun berencana terbang ke Olympus dengan Pegasus, ingin duduk sejajar dengan Zeus dan dewa-dewi lainnya.
Tapi Zeus tak bisa membiarkan manusia melampaui batasnya. Ia mengirim seekor lalat untuk menggigit Pegasus saat sedang terbang.
Terkejut dan kesakitan, Pegasus mengibaskan tubuhnya dengan keras. Bellerophon pun terjatuh dari ketinggian, kehilangan segalanya, dan menghabiskan sisa hidupnya dalam kehinaan.
Pegasus mencapai Olympus

Setelah tragedi itu, Pegasus terus terbang hingga mencapai Olympus. Zeus, yang mengagumi kekuatannya, memberikan tempat kehormatan bagi Pegasus di surga.
Ia ditugaskan untuk membawa petir Zeus, menjadikannya salah satu makhluk suci para dewa. Dari seekor kuda yang lahir dari tragedi, Pegasus kini menjadi bagian dari dunia ilahi.
Pegasus diabadikan sebagai rasi bintang
Sebagai penghormatan atas jasanya, Zeus mengabadikan Pegasus di langit sebagai rasi bintang Pegasus.
Hingga kini, orang-orang masih bisa melihat siluetnya di antara bintang-bintang, sebagai simbol kebebasan dan kekuatan yang abadi.

Kisah Pegasus adalah perjalanan dari tragedi menuju keabadian. Ia pernah membantu pahlawan, pernah dikhianati, dan akhirnya mencapai tempat tertinggi di Olympus.
Pegasus mengajarkan bahwa takdir bisa membawa kita ke tempat yang tak terduga, tapi juga mengingatkan bahwa kesombongan bisa menjatuhkan siapa saja.
Gimana menurut kalian? Apakah Pegasus pantas mendapatkan takdirnya sebagai kuda para dewa?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




