MADIUN, BANGSAONLINE.com – Limbah medis yang dihasilkan RSUD Caruban, diduga tidak semua dibakar, namun ada yang ‘meluber’ hingga belakang gedung. Muncul dugaan limbah medis itu dibakar di ruang terbuka belakang gedung. Namun, belum terlalu hancur sudah dimatikan.
BACA JUGA:
- Semarakkan Acara Babe, Disdagkopum Madiun Gelar Sembako Murah dan Bazar UMKM di Desa Bodag
- Kontraktor Keluhkan Pembayaran Proyek PT INKA Madiun Belum Lunas, Tersisa Rp100 Juta
- 513 Rumah Warga Madiun Dapat Sambungan Listrik Gratis dari Program BPBL Seruni KMP Bidang IV
- Autodebit JKN Jadi Solusi Praktis Jaga Kepesertaan Tetap Aktif
Demi (40) warga Bangunsari, mengaku setiap hari melihat limbah medis medis di belakang RSUD Caruban. Dan limbah itu dipungut pemulung. Seharusnya, limbah medis itu harus dihancurkan dalam incenerator, untuk memutus kemungkinan penularan penyakit.
Bambang (62) pemulung, mengakui setiap hari memunguti limbah medis di belakang RSUD Caruban yang tak terbakar. “Sudah 1 tahunan mengambil barang bekas medis yang ada di tempat sampah di belakang RSUD Caruban. Barang-barang itu saya cuci, lalu saya setor ke pengepul rosok,” kata Bambang.
Kepala Humas RSUD Yoyok, mengatakan bahwa sistem pengolahan limbah medis di RSUD Caruban, semua berfungsi normal. “Saya akan cek di lokasi dan akan cek pada petugasnya, karena untuk petugas ada yang menangani sendiri,” kata Yoyok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




