Warga Ketandan saat mendatangi kantor desa setempat. Foto: Hendro Suhartono/BANGSAONLINE
MADIUN,BANGSAONLINE.com -Puluhan warga Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan mendatangi kantor desa untuk menyampaikan aspirasi terkait transparansi pengelolaan Dana Desa 2025 dan pergantian pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Selasa (27/1/2026).
Sekitar 50 orang yang mengatasnamakan perwakilan masyarakat Desa Ketandan menyuarakan dua persoalan utama, yakni belum terbukanya informasi anggaran desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025 serta perubahan pengurus BUMDes yang dinilai dilakukan secara mendadak.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Desa Ketandan, Kristina Ernawati menyampaikan bahwa laporan pelaksanaan kegiatan Dana Desa 2025 saat ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pelaporan.
“Kalau untuk anggaran yang tahun 2025 kan baru saja selesai. Saat ini masih tahap pelaporan,” ujar Kristina.

Ia menjelaskan, papan laporan penggunaan anggaran desa yang biasanya dipasang di lokasi strategis belum dapat dipublikasikan karena masih dalam proses pembuatan.
Terkait pergantian pengurus BUMDes, Kristina menyatakan perubahan tersebut dilakukan atas keinginan pengurus lama yang memilih mengundurkan diri, sehingga pemerintah desa perlu membentuk kepengurusan baru.
“Pengurus BUMDes lama menghendaki leren, ya kita bentuk pengurus baru,” tandasnya.
Kristina menambahkan, saat ini pemerintah pusat mendorong agar BUMDes aktif dan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, kepengurusan baru diharapkan dapat segera melengkapi persyaratan kelembagaan.
Sedangkan dana BUMDes yang telah dialokasikan, menurut Kristina, masih tersimpan di rekening karena persyaratan administrasi belum terpenuhi, terutama terkait perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Sedangkan untuk anggaran yang ada masih mengendap di rekening karena persyaratan BUMDes kita belum lengkap, khususnya di OSS,” pungkasnya (dro/van)






