Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, turut prihatin dengan kasus pencurian motor yang dilakukan oleh tiga bocah.
Ia mengaku sudah mencari informasi perihal kasus tersebut, kepada Lurah Tlogopojok, Eko Bambang Wahyu Cahyono. Termasuk asal-usul ketiga bocah pelaku pencurian.
BACA JUGA:
- Tersangka Penganiayaan Pegawai DPUTR Gresik Ditahan, Kuasa Hukum Apresiasi Langkah Kejaksaan
- Kejari Gresik Tahan Pegawai DPUTR Tersangka Penganiayaan
- Polres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Dari Curanmor hingga Pengeroyokan Suporter
- Arena Judi Sabung Ayam di Wringinanom Digrebek, Polres Gresik Amankan 6 Orang
"Saya ketemu, tanya, dan ngobrol langsung dengan Pak Lurah Tlogopojok untuk mempertanyakan keluarga tiga bocah tersebut, statusnya di Tlogopojok," tuturnya.
Diketahui, ketiga bocah itu berinisial F (12), HR (9), dan NA (10). Mereka tinggal di salah satu kos-kosan atau kontrakan bersama orang tua dan pamannya di Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik.
Berdasarkan informasi dari lurah, lanjut Bupati Yani, ketiga bocah itu juga bukan asli warga Gresik, alias warga pendatang.
Meski demikian, ketiga bocah itu berstatus sebagai pelajar di Kabupaten Gresik. Yakni, dua anak, kakak-beradik sekolah di UPT 15 SDN Tlogopojok. "Dan, yang satunya sekolah di SMP," ungkap Yani.
Pihaknya juga tengah mendalami motif ketiga bocah itu hingga berani mencuri kendaraan bermotor. Bahkan pencurian itu tidak satu kali dilakukan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




