
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur semakin gencar menebar santrinya ke berbagai negara. Bahkan hampir semua negara besar dan maju, baik Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Australia, maupun Afrika dan Asia, ada santri Kiai Asep yang diterima di perguruan tingginya.
Tahun ini santri Kiai Asep yang diterima di perguruan tinggi luar negeri juga banyak. Namun yang spektakuler adalah santri bernama Muhammad Rakha Fawwaz Zuhdi Setyawan. Santri Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto itu diterima di 17 kampus di 5 Negara. Yaitu di Amerika Serikat, Inggris Raya, Spanyol, New Zealand, dan Australia.
“Di Amanatul Ummah santri memang diantar sampai diterima di perguruan tinggi. Diusahakan diterima di perguruan tinggi dengan beasiswa sehingga tak membebani orang tuanya. Termasuk di perguruan tinggi di berbagai negara,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA kepada BANGSAONLINE, Rabu (2/4/2025).
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan istri tercintanya, Nyai Hj Alif Fadhilah. Foto: dok. Amanatul Ummah
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Selasa (1/4/2025), selain Muhammad Rakha Fawwaz Zuhdi Setyawan, santri Amanatul Ummah yang secara spektakuler diterima di banyak perguruan tinggi luar negeri adalah Ikfina Ilma, siswa MBI Amanatul Ummah. Ikfina Ilma, santri kelahiran USA pada 11 Juli 2027 itu diterima di 25 Kampus Amerika Serikat.
Pada tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 624 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri lewat SNBP dan SNBT. Menurut data yang diterima BANGSAONLINE, , mereka diterima di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka. Antara lain ITB, UI, UGM, Unair, ITS, UB, UIN dan perguruan tinggi negeri lainnya. Ini tentu prestasi spektakuler.
Jumlah besar itu belum termasuk santri yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Seperti di Mesir, Amerika Serikat, Maroko, China, Tunisia, Jepang, Rusia, Thailand, Jerman, Inggris, dan negara lainnya.
Kemudian sebanyak 65 santri Amanatul Ummah juga diterima di perguruan tinggi Timur Tengah seperti Mesir, Maroko, Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, Yordania, dan negara-negara lainnya.
“Itulah untungnya mondok di Amanatul Ummah,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.
Kiai Asep memang punya obsesi besar menjadikan Amanatul Ummah sebagai Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia – seperti judul buku yang ditulis M. Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGNSAONLINE.
Putra pahlawan nasional, KH Abdul Chalim, itu bahkan banyak melakukan kunjungan ke perguruan tinggi di beberapa negara untuk menjalin kerjasama.
“Namun yang paling penting adalah menjaga dan mempertahankan kualitas pendidikan sehingga pada santri bisa lolos dengan mudah ke semua perguruan tinggi. Dulu untuk menembus ITB sangat susah. Sekarang sudah biasa santri Amanatul Ummah diterima di ITB,” kata kiai yang gemar memberi sarung dan sedekah itu.
Di bawah ini daftar perguruan tinggi yang menerima Muhammad Rakha Fawwaz Zuhdi Setyawan sebagai calon mahasiswa.
1. Cleveland State University (Amerika) - Mechanical Engineering
2. Maryville University (Amerika) - Data Science
3. Missouri University of Science and Technology (Amerika) - Mechanical Engineering
4. Northern Illinois University (Amerika) - Mechanical Engineering
5. Ohio Northern University (Amerika) - Mechanical Engineering
6. Pennsylvania College of Technology (Amerika) - Mechanical Engineering
7. Robert Morris University (Amerika) - Mechanical Engineering
8. University of Wisconsin (Amerika) - Mechanical Engineering
9. Valparaiso University (Amerika) - Mechanical Engineering
10. Wilkes University (Amerika) - Mechanical Engineering
11. La Trobe University (Australia) - Information Technology
12. Bond University (Australia) - Data Analytics
13. RMIT University (Australia) - Manufacturing and Mechatronics Engineering HONS
14. University of Newcastle (Australia) - Electrical and Electronic Engineering HONS
15. Coventry University (Inggris) - Mechanical Engineering HONS
16. University of Waikato (New Zealand) - Mechanical Engineering HONS
17. Saint Louis University (Spanyol) - Mechanical Engineering (MMA)