Ki Wongso bersama istri saat mengikuti pawai Ogoh-Ogoh dari komunitas umat Hindu keturunan Madura. Foto: Ist
Pura Kertabumi di Dusun Bongso Wetan tempat komunitas Hindu keturunan Madura beribadah. Foto: ist.
Seperti bahasa asal, mereka pun setiap hari berkomunikasi dengan bahasa Madura. Mereka hidup rukun dan berdampingan dengan warga yang menganut agama lain, seperti Islam.
Mereka hidup saling menghormati satu sama lain, antarpemeluk agama dan saling toleransi, terlebih di saat-saat Peringatan Hari Besar (PHB) keagamaan masing-masing.
"Saya sendiri kalau di kampung (di rumah) juga sering berkomunikasi dengan Bahasa Madura. Komunitas kami sangat rukun dengan komunitas agama lain seperti komunitas umat agama Islam di dusun kami. Kami menjunjung tinggi toleransi," ucap Ki Wongso.
Disebutkan olehnya, di antara bentuk toleransi yang dilakukan umat Hindu keturunan Madura di Dusun Bongso Wetan yakni menghormati kegiatan yang dilakukan umat Islam, saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H tahun ini.
"Kami hormati mereka, kami tidak mengganggu dan mengusik kegiatan meraka. Kami sangat jaga toleransi dan kerukunan," katanya.
Ketua Komisi II DPRD Gresik ini menyampaikan, komunitas umat Hindu keturunan Madura setiap PHB keagamaan juga melakukan ritual sesuai kepercayaan yang dianut, seperti ritual menyambut Hari Raya Nyepi 1947 Saka di Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan, yang jatuh pada 28 Maret lalu.
Bersambung
(hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






