Mukhlas Syarkun. Foto: ist
“Ini menarik netizen semakin massif ikut nimbrung memverifikasi ijazah itu,” kata Mukhlas.
Orang-orang yang mempersoalkan ijazah itu lantas mencari skripsi itu untuk membuktikan dugaan awal.
“Ternyata terbuka lebar dugaan kepalsuannya, sehingga netizen meyakini bahwa ijazahnya pasti palsu,” tutur Mukhlas Syarkun lagi.
Menurut dia, sebenarnya penjelasan UGM dan mantan KPU tentang keaslian ijazah teleh diterima publik meskipun tetap ada pro kontra. Apalagi Bambang Tri dan Nur Sugik dipenjara karena dianggap memfitnah ijazah.
Tapi Jokowi malah menyebut bahwa dosen pembimbingnya bernama Kasmodjo. Jadi berbeda dengan nama dosen pembimbing yang tertulis di lembar pengesahan skripsinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




