Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
Dipanggillah mereka, wahai manusia, jika kalian masih meragukan kemampuan Kami, maka pikirkan sejenak, betapa Kami mampu mencipta kalian dari tanah dan setetes air mani. Lalu kalian tumbuh dewasa dan mati. maka dengan paparan seperti ini, masihkah kalian meragukan..?.
Pada ayat kaji ini dijelaskan tentang urutan bahan dasar penciptaan anak manusia, yakni dari turab, nuthfah, ‘alaqah, dan mudlghah. Turab, tanah, disebut lebih dahulu karena dari tanah inilah manusia pertama, Adam A.S. dicipta, sehingga nyata sekali, bahwa semua manusia pasti mengandung unsur tanah.
Sebuah laboratorium meneliti tentang air kencing seorang ibu hamil yang ternyata di dalamnya ada unsur tanah. Semakin tua usia kandungannya semakin nyata unsur tanah tersebut. Penelitian dilakukan lebih dari sekali dan hasilnya tidak berubah.
Ada perbedaan antara Nuthfah dangan Maniy, yang keduanya, dalam terjemahan Indonesia biasa diartikan dengan air sperma atau air mani. Sesungguhnya Alqur’an membedakan antara nuthfah dengan maniy. Maniy itu istilah untuk keseluruhan sperma yang tumpah, yang keluar dengan jumlah jutaan sel.
Sedangkan nuthfah adalah bagian dari maniy tersebut, yang khusus yang berhasil masuk ke dalam rahim, lalu berkembang menjadi janin dan selanjutnya menjadi anak manusia. Bila yang berhasil masuk ke dalam itu hanya satu, ya jadi janin cuma satu. Bila lebih dari satu, ya kembar jadinya.
Begitu sudah ada yang masuk ke dalam rahim, maka close, mulut rahim segera menutup dan memblokir rapat-rapat. Dan yang tidak jadi tadi, akan segera mati secara otomatis. Itu tersirat dalam surah al-qiyamah: 37. “alam yaku nuthfah min maniy yumna”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




