Program MBG di Gresik Terkendala Kebutuhan Dapur

 Program MBG di Gresik Terkendala Kebutuhan Dapur Kolase foto Ketua DPRD Gresik, M Syahrul Munir (kiri), dan Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin (kanan). Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Program MBG atau makan bergizi gratis di Kabupaten Gresik belum dapat dinikmati oleh seluruh siswa, baik yang berada di wilayah daratan maupun kepulauan, seperti Kecamatan Sangkapura dan Tambak di Pulau Bawean.

Pelaksanaan program tersebut masih terkendala, terutama dalam hal penyediaan dapur dan usaha catering yang mampu memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, menyampaikan bahwa program MBG masih belum mampu mencakup seluruh kebutuhan siswa karena keterbatasan tempat dapur, dan penyedia yang memenuhi standar menurut pemerintah.

"Jadi, hingga saat ini program MBG di Gresik belum bisa meng-cover kebutuhan siswa se-Kabupaten Gresik karena pemerintah masih terkendala tempat untuk dapur MBG, dan penyedia yang masuk kriteria yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/5/2025).

Menurut dia, pemerintah membutuhkan sekitar 174 titik dapur untuk melayani para siswa, tetapi hingga saat ini baru tersedia sekitar 9.

"Masih banyak sekali kebutuhan tempat untuk dapur MBG sesuai kriteria yang ditetapkan BGN, namun hingga saat ini belum bisa terpenuhi," kata anggota Fraksi PKB DPRD Gresik itu.

Saat ini, ia menyebut mayoritas penyedia MBG dari 9 titik di Gresik berasal dari usaha catering besar.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO