Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Jelang Hari Raya Iduladha 2025 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tidak ada hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hal itu disampaikan orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut saat berkunjung di Kabupaten Malang, Minggu (18/5/2025).
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- May Day 2026: Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Industri dan Pekerja
Dijelaskan Khofifah, pihaknya saat ini rutin melakukan pemantauan perkembangan kondisi peternakan di Jatim.
Pemantauan itu dilakukan oleh Dinas Peternakan Jatim dibantu Dinas Peternakan masing-masing wilayah.
"Kami terus memantau perkembangan kasus PMK. Tidak ada kasus saat ini. Meski begitu, seluruh instansi terkait diminta untuk waspada. Pengiriman ternak meningkat. Maka kami minta semua tingkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Khofifah menjelaskan jika SOP dalam penangan PMK masih tetap.
Pasar hewan yang masuk rawan atau terbukti ada kasus harus ditutup. Langkah tersebut merupakan upaya masif dalam penanggulangan wabah.
Menurut Khofifah, vaksin juga sudah diberikan jelang Iduladha. Seluruhnya juga sudah distribusikan. Jatim mendapat alokasi vaksin dari pemerintah pusat. "Untuk vaksin kita berkoordinasi dengan berbagai pihak," katanya.






