Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Jelang Hari Raya Iduladha 2025 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut tidak ada hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hal itu disampaikan orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut saat berkunjung di Kabupaten Malang, Minggu (18/5/2025).
BACA JUGA:
- BHS Salurkan 120 Ekor Sapi Kurban, Sidoarjo Kebagian 9 Sapi dan 1 Kambing
- Kader PKB Jatim Salurkan 1.055 Hewan Kurban ke Pesantren dan Warga
- PLN UP3 Madura Kurban 10 Sapi dan 8 Kambing, Tebar Kepedulian di Momentum Iduladha
- Iduladha 2026, Petrokimia Gresik Salurkan 187 Hewan Kurban Senilai Rp1,8 Miliar
Dijelaskan Khofifah, pihaknya saat ini rutin melakukan pemantauan perkembangan kondisi peternakan di Jatim.
Pemantauan itu dilakukan oleh Dinas Peternakan Jatim dibantu Dinas Peternakan masing-masing wilayah.
"Kami terus memantau perkembangan kasus PMK. Tidak ada kasus saat ini. Meski begitu, seluruh instansi terkait diminta untuk waspada. Pengiriman ternak meningkat. Maka kami minta semua tingkatkan kewaspadaan," ujarnya.
Khofifah menjelaskan jika SOP dalam penangan PMK masih tetap.
Pasar hewan yang masuk rawan atau terbukti ada kasus harus ditutup. Langkah tersebut merupakan upaya masif dalam penanggulangan wabah.
Menurut Khofifah, vaksin juga sudah diberikan jelang Iduladha. Seluruhnya juga sudah distribusikan. Jatim mendapat alokasi vaksin dari pemerintah pusat. "Untuk vaksin kita berkoordinasi dengan berbagai pihak," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




