Kantor Kemenag Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Seorang WNI dari Pamekasan berinisial SM dilaporkan meninggal dunia setelah dikabarkan menyusup ke Mekkah menggunakan visa non-haji.
Plt Kasi Haji Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Wildan memastikan bahwa korban yang dikabarkan ditemukan meninggal dunia di gurun pasir bukan dari jemaah haji resmi.
BACA JUGA:
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Lepas Keberangkatan 1.384 Jamaah Haji, Bupati Pamekasan Tekankan Hal ini
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
"Mohon maaf kami kurang tahu, karena bukan jemaah haji Kabupaten Pamekasan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/6/2025).
Korban diketahui merupakan dosen di salah satu Universitas Islam di Madura, dan berdomisili di Dusun Sumber Batu, Desa Blumbungan, Pamekasan.
Ia berangkat ke tanah suci pada 25 April 2025. Sebelum keberangkatannya, SM telah diingatkan oleh rekan sejawatnya, Ahmad Asir, mengenai tingginya risiko yang dihadapi karena berangkat menggunakan visa non-haji.
"Kemarin sebelum berangkat, dia pernah bilang mau naik haji. Saya tanya pakai jalur resmi atau tidak, dia jawab pakai visa punya orang. Saya sudah bilang hati-hati karena pengawasan di Mekkah lebih ketat dari tahun sebelumnya, tapi dia tetap yakin akan lancar," paparnya.
Ia menceritakan, SM sempat memberi kabar terkait umrah pertamanya. Namun, tak lama setelah itu, komunikasi terputus.
Hingga pada 27 Mei 2025, keluarga dan rekan-rekannya di Indonesia mendapat kabar duka bahwa SM meninggal dunia di sekitar wilayah Taniem, sebuah gurun yang berada di perbatasan Mekkah.
"Saya kaget, ternyata dia meninggal. Katanya ada 10 orang temannya. Tujuh di antaranya ditangkap dalam razia, tiga selamat. Mereka semua pakai visa non-haji," kata Asir.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




