Gubernur Khofifah saat meninjau operasional salah satu pabrik.
MEKKAH, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan literasi dan cerdas berinvestasi di era digital. Hal tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Pasar Modal Indonesia, Selasa (3/6/2025).
Menurut dia, pasar modal merupakan instrumen penting yang mampu mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
BACA JUGA:
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
“Hari Pasar Modal Indonesia bukan hanya sebagai momen refleksi sejarah, tetapi juga pengingat bahwa masyarakat bisa menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi. Investasi kini tidak lagi eksklusif bagi korporasi besar. Masyarakat, pelaku UMKM, hingga generasi muda dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi melalui pasar modal,” ujarnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, yakni hampir 15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Dengan posisi strategis tersebut, inovasi dalam pembiayaan pembangunan menjadi keniscayaan, mengingat kebutuhan pembangunan tidak mungkin sepenuhnya bergantung pada APBN dan APBD.
“Pasar modal adalah salah satu solusi pembiayaan pembangunan. Kita harus mendorong lebih banyak BUMD, koperasi besar, dan startup untuk masuk ke bursa agar dapat tumbuh lebih kuat dan transparan,” kata Khofifah.
Perkembangan pasar modal di Jawa Timur menunjukkan tren positif. Hingga Kuartal I 2025, sebanyak 58 perusahaan asal Jawa Timur telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dana yang berhasil dihimpun melalui penawaran umum (IPO) mencapai Rp15,2 triliun, dengan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar sebesar Rp10,4 triliun.
Khofifah juga menekankan bahwa selain penguatan aspek kelembagaan, pengembangan pasar modal harus diiringi peningkatan literasi masyarakat agar berjalan seimbang dan berkelanjutan. Hal ini penting demi melindungi konsumen serta mendorong perilaku investasi yang sehat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




