Kolase foto Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) membuat Kota Surabaya kian menghawatirkan.
Untuk menekan hal tersebut, Kepolisian bersama Pemerintah kota Surabaya dan TNI melakukan sejumlah Langkah preventif. Salah satunya Polisi RW dan penjagaan kampung tanguh 24/7.
BACA JUGA:
- Lepas Keberangkatan 370 Jemaah Haji, Wabup Bangkalan Titip Doa untuk Daerah
- Warga Burneh Bangkalan Tangkap Pencuri Kotak Amal
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polres Madiun Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor, Mobil dan Motor Dikembalikan ke Pemilik
Meski begitu, laporan adanya curanmor masih aja tinggi. Hal ini berdasarkan laporan warga yang disiarkan oleh radio Suara Surabaya. Bahkan pemberitaan tentang curanmor juga masih jamak.
Atas situasi ini, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan angkat bicara. Pihaknya menerangkan, hasil analisa setelah penangkapan para pelaku curanmor, diperoleh data bahwa pelaku juga penadah hasil kriminalitas Curanmor mayoritas berada di Bangkalan Madura.
“Dari hasil pemeriksaan dan pengejaran pelaku curanmor yang dilakukan oleh Satreskrim, bahwa pelaku curanmor yang beraksi di Surabaya melarikan motor hasil curian ke Madura, karena disanalah pelaku berasal dan penadah berada,” ujar Luthfie Sulistiawan, beberapa waktu lalu.
Namun keterangan yang dilontarkan oleh Kapolrestabes Surabaya dibantah oleh Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




