Wakil Bupati Gresik bersama sejumlah kepala OPD dalam sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan komitmen pemerintah daerah setempat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Hal tersebut disampaikan saat Sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Gresik 2025 di Aula Mandala Bhakti Praja, Senin (21/7/2025).
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
“Pada tahun 2030, kita upayakan stunting di Kabupaten Gresik bisa ditekan hingga satu digit. Ini bukan kerja satu atau dua pihak saja, tetapi perlu sinergi semua elemen,” ucap Alif.
Pada tahun ini, ia menyatakan bahwa Pemkab Gresik menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, dari tingkat desa hingga kabupaten.
Menurut dia, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, namun berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, dan risiko penyakit kronis pada anak.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional menurun dari 21,5 persen (2023) menjadi 19,8 persen (2024), sedangkan di Jawa Timur, angka stunting turun ke 14,7 persen.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




