Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah (kanan), saat mengikuti pertemuan di Balai Desa Roomo pasca terjadi kebocoran di PT Linde Indonesia. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik telah menindaklanjuti kebocoran di PT Linde Indonesia yang beralamatkan di Desa Roomo, Kecamatan Manyar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, mengatakan pihaknya meminta manajemen PT Linde Indonesia segera melakukan pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan yang ditimbulkan setelah adanya kebocoran pada coldbox pabrik.
BACA JUGA:
- Disebut Hindari Bayar THR, PT KAS Klarifikasi soal Ratusan Buruh Mie Sedaap yang Dirumahkan
- Ratusan Buruh Mie Sedaap di Gresik Dirumahkan Jelang Ramadan, Ini Respons Komisi IV DPRD
- Mesin Blower Pabrik Minyak Goreng di Kawasan Maspion Gresik Terbakar
- DPRD Gresik Cecar Manajemen PT Linde Indonesia Soal Kebocoran Hingga CSR
"Petugas DLH pascakejadian telah mengambil sejumlah langkah dengan mendatangi lokasi pabrik sebagai tindak lanjut atas keluarnya partikel debu dari PT Linde Indonesia yang menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar," ujarnya, Kamis (21/7/2025).
Tim DLH juga telah mengambil sampel partikel debu yang ada di pabrik maupun di Desa Roomo, yang terdampak kebocoran untuk dilakukan analisa laboratorium (lab).
"Selain ambil sempel debu, kami juga mengecek data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang terdekat di wilayah Desa Roomo dan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar," tandasnya.
Saat ini, tambah Sri, DLH masih lakukan investigasi secara menyeluruh terkait kebocoran coldbox pabrik milik PT. Linde Indonesia.
"Untuk hasilnya segera nanti kami update kembali untuk informasi terbarunya," pungkasnya.
Sementara itu, Head of Safety, Health, Environment, & Quality (SHEQ) PT Linde Indonesia, Andita Huda, menyampaikan bahwa insiden kebocoran pabrik yang terjadi pada Minggu (29/7/2025) malam, akibat proses pemanasan mesin pasca shutdown dan overhaul yang dilakukan sejak awal Juli lalu.






