Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberi sambutan.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mengajak para siswa untuk meneladani perjuangan pendiri Yayasan Pendidikan Al-Ma’arif Singosari, K.H. Masjkur, mantan Menteri Agama sekaligus Pahlawan Nasional, yang estafet perjuangannya dilanjutkan oleh K.H. Tolchah Hasan, mantan Menteri Agama dan Rais Syuriah PBNU 2004-2010.
Keduanya memilki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan karakter akhlakul karimah. Ajakan itu disampaikan Gubernur Khofifah di hadapan para siswa dan wali murid dalam Peresmian Tahun Ajaran Baru 2025/2026 di Lingkungan Yayasan Pendidikan Al-Ma'arif Singosari Malang, Sabtu (9/8/2025).
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- May Day 2026: Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Industri dan Pekerja
"Bagaimana perjuangan beliau, pengorbanan beliau dan tentu penerus-penerusnya akan menjaga bagaimana sebuah pendidikan tidak hanya mengejar academic achievement, tapi membangun karakter, membangun akhlak mulia, dan membangun peradaban bangsa," kata Khofifah.
Untuk itu, ia menjelaskan bahwa pendidikan itu penting sebagai pondasi untuk membangun karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa.
"Pendidikan yang tak hanya untuk memperkaya khazanah keilmuan, tapi juga karakter akhlak mulia dan peradaban bangsa. Kita semua punya tugas mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.
Khofifah juga menyatakan, penting membicarakan peradaban di tengah Clash of Civilizations selayaknya yang dikemukakan oleh Samuel P. Huntington. Terlebih dengan konflik-konflik global seperti Rusia-Ukraina, genosida Gaza, dan Kamboja-Thailand.
"Kita lihat timbul konflik yang semula mungkin mereka tidak pernah prediksi. Tapi bahwa itu kemudian merusak sendi-sendi sosial, sendi-sendi ekonomi, dan sendi-sendi kehidupan kekerabatan di antara mereka. Ini saya sampaikan karena membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia itu dimulai dari pendidikan dini di TK, SD, dan seterusnya," paparnya.







