Sutaji saat menjalani perawatan di rumah sakit. Foto: Ist
“Kalau tidak ada JKN, saya benar-benar tidak tahu bagaimana bisa bertahan menjalani pengobatan ini. Biaya untuk berobat gagal ginjal sangat besar, belum lagi saya harus menjalani cuci darah dua kali setiap minggu. Tanpa bantuan dari JKN, mungkin saya dan keluarga akan kewalahan menanggung semua biaya. Alhamdulillah sekarang semuanya ditanggung, saya hanya perlu fokus untuk sembuh,” paparnya.
Sebelum sakit, ia bekerja di sebuah usaha rental mobil. Namun, kondisi tubuh yang semakin lemah dan jadwal pengobatan yang padat membuatnya harus berhenti bekerja.
“Saya tidak bisa bekerja lagi seperti dulu. Sekarang hanya fokus berobat dan jaga kondisi. Untungnya semua biaya perawatan ditanggung JKN. Saya benar-benar merasa tertolong,” kata Sutaji.
Melalui pengalamannya, ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini. Ia menekankan pentingnya menjadi peserta aktif JKN sebagai langkah antisipatif, bukan hanya ketika sudah sakit.
“Saya berharap orang-orang tidak menunggu jatuh sakit dulu seperti saya. Lebih baik menjaga dan mempersiapkan diri dari sekarang. JKN sangat membantu ketika kita benar-benar membutuhkannya,” pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




