Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberi sambutan. Foto: Devi Fitri Afriyanti/BANGSAONLINE
“Kalau kita lihat kayu-kayu jatinya, kayu jati zaman Belanda, yang sudah ratusan tahun, hampir semuanya hangus,” tutur Khofifah.
Terkait pembiayaan, ia menyebut belum ada alokasi final. Namun, peluang dukungan dana dari pemerintah pusat terbuka.
“Kemungkinan dari PU Pusat, Pak Dody menyampaikan akan ada support budget,” jelasnya.
Di sisi lain, Khofifah menegaskan sikapnya soal aksi unjuk rasa. Ia menekankan bahwa penyampaian pendapat diperbolehkan, tetapi perusakan cagar budaya tidak bisa dibenarkan.
“Saya tidak meyakini yang tega merusak itu orang Jawa Timur. Orang Jawa Timur baik. Kalau mereka menyampaikan pendapat, ya silakan orasi, kritik, itu boleh. Tapi saya rasa mereka tidak akan tega merusak cagar budaya,” tegasnya.
Khofifah menegaskan, Gedung Negara Grahadi merupakan warisan cagar budaya yang harus dilindungi.
“Enggak ada salahnya Gedung Negara Grahadi. Semua boleh bersuara, berpendapat, tapi dengan damai,” pungkasnya. (dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




