Warga Desa Boro saat membentangkan spanduk saat menggelar aksi protes
“Termasuk segala sarana pendukung di bidang tersebut,” ungkap Hariadi.
Tuntutan lain yang disuarakan yakni terkait dana HUT RI 2025. Menurut massa, total anggaran mencapai Rp 50 juta, namun realisasinya dinilai tidak sesuai.
“Kami mendesak kepala desa mundur dari jabatannya,” tegasnya.
Camat Tanggulangin, Sabino Mariano mengungkapkan, warga menuntut pihak kepala desa untuk lebih transparan dalam pengelolaan keuangan desa dan sudah dilakukan klarifikasi oleh yang bersangkutan.
Terkait tuntutan mundur, Sabino mengungkapkan "Ada tahapan dan mekanismenya untuk hal tersebut,"ucapnya.
Di hadapan perwakilan massa, Kades Boro, Soichnuruddin memberikan klarifikasi secara lisan terkait tudingan yang dilayangkan warganya.
“Hari ini sebatas penjelasan lisan. Dua hari mendatang kami akan memberikan jawaban tertulis,” katanya.
Kades Soichnuruddin membantah tudingan penyelewengan anggaran. Ia bahkan menegaskan siap mundur jika terbukti bersalah.
“Tidak ada penyelewengan. Kalau memang saya salah, saya siap mundur, kalau benar saya siap hadapi,” pungkasnya.(cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




