Ketua DPD Golkar Gresik terpilih, Wongso Negoro (dua dari kiri), bersama Ketua Golkar Jatim, Ali Mufthi, dan pengurus saat Musda ke-XI. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
Menurut dia, penting memilih kader yang benar-benar bersedia meluangkan waktu dan tenaga untuk membesarkan partai.
"Saya yakin soal kader potensial gudangnya Golkar. Tapi kan tidak semua bisa banyak meluangkan waktunya untuk kepentingan partai karena kesibukan masing-masing," cetusnya.
"Karena itu, saya berharap ketua Golkar Gresik terpilih selektif dan hati-hati dalam menentukan pengurus. Saya yakin ketua terpilih sudah mengantongi rekam jejak masing-masing kader dalam berjuang membesarkan Golkar Gresik selama ini," imbuhnya.
Direktur YLBH Fajar Trilaksana (FT) ini menyoroti tantangan berat yang akan dihadapi Golkar Gresik dalam pemilu lima tahun mendatang.
Fajar menyebut, banyak partai di Gresik kini dipimpin oleh tokoh-tokoh yang memiliki jabatan strategis dan logistik kuat.
"Di PKB ada Mas Much Abdul Qodr anggota DPRD Jatim, di Gerindra Mas Alif yang saat ini Wakil Bupati Gresik, di PDIP ada Mas Mujid Riduan yang menjabat Wakil Ketua DPRD Gresik, di NasDem ada Mas Jiddan yang merupakan anggota DPR RI, dan sejumlah parpol lain. Jadi saya pastikan pemilu mendatang pertarungannya sangat keras dalam memperebutkan kursi di DPRD Gresik," ungkapnya.
Untuk itu, ia menyarankan agar penentuan pengurus DPD Golkar Gresik mempertimbangkan kader yang memiliki jiwa petarung dan komitmen waktu untuk memperkuat posisi partai di tengah kompetisi politik yang semakin ketat. (hud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




