JEMBER,BANGSAONLINE.com - Bupati Jember, Muhammad Fawait memnegaskan upayanya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.
Hal itu disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, di Jakarta.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- WFH ASN di Gresik Dimulai Minggu Depan, Dorong Hemat APBD dan Target Efisiensi Capai 50 Persen
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk mendorong perbaikan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kabupaten Jember.
Ia juga menyampaikan kondisi terkini birokrasi di daerahnya, yang dinilainya masih membutuhkan banyak pembenahan.
Gus Fawait mengakui bahwa Jember belum mampu bersaing dengan sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur dalam hal pencapaian IRB dan SAKIP. Meski demikian, ia menjadikan hal tersebut sebagai pemicu semangat untuk berbenah.
“Kami paham posisi Jember masih berada di bawah, tetapi dari sinilah kami mulai bergerak. Kami tidak ingin terus tertinggal. Justru ini adalah momentum untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan dari daerah lain,” ungkap Gus Fawait.
Lebih lanjut, ia men
ekankan bahwa peningkatan kinerja birokrasi bukan sekadar memenuhi syarat administratif. Bagi Gus Fawait, tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel merupakan landasan penting untuk menarik minat investor.






