Tim Satgas Pangan Jombang saat sidak ke Pasar Legi.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah retail beras premium menyusul kabar yang menyebutkan kelangkaan produk tersebut di pasaran.
Sidak dilakukan di Pasar Citra Niaga (Pasar Legi) Jombang, di mana terlihat tumpukan karung beras tertata rapi di rak toko. Bahkan, seorang ibu terlihat membeli beras premium kemasan 25 kilogram.
BACA JUGA:
- Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, DPUPR Jombang Sertifikasi 60 Operator Alat Berat
- Lewat Program Balik Gratis 2026, Pemkab Jombang Berangkatkan 300 Warga ke Jakarta
- Pastikan Stabilitas Pangan Jelang Ramadan, Bapanas dan Pemkab Jombang Pantau Harga di Pasar Pon
- Sambut Ramadhan 1447 H, Ribuan Warga Jombang Meriahkan Grebeg Apem 2026
Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, memastikan bahwa ketersediaan beras di Kota Santri masih sangat aman, meskipun terjadi sedikit kenaikan harga.
"Berita yang menyatakan bahwa beras premium hilang dari peredaran di Jombang itu tidak benar. Stok kita melimpah ruah. Untuk medium, katanya hilang, ternyata masih banyak. Harga juga masih wajar," ujarnya, Senin (22/9/2025).
Ia menyebut, kenaikan harga beras premium dipicu oleh naiknya harga gabah yang kini mencapai Rp6.500,00. per kilogram.
"Kalau premium naik sedikit iya, tapi sedikit loh, tidak banyak. Harga beras medium sekitar Rp13 ribu, HET-nya kan Rp12.500,00. Jadi masih tergolong wajar," tuturnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah lonjakan lebih lanjut, Pemkab Jombang bersama Bulog dan aparat terkait akan menggelar pasar murah serentak di seluruh kecamatan mulai Selasa (23/9/2025).
Setiap kecamatan akan menerima jatah satu ton beras dengan harga khusus Rp11.500 per kilogram, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.






