Secara keseluruhan, tercatat sudah ada tiga santri meninggal dunia dalam tragedi tersebut.
Untuk memperlancar pencarian, area sekitar musala yang ambruk diperluas dan disterilkan dari kerumunan warga.
“Petugas sangat sensitif terhadap suara. Karena itu, kami minta masyarakat tidak mendekat atau membuat keributan di sekitar lokasi,” tuturnya.
Meski dua alat berat telah disiagakan, penggunaannya masih menunggu instruksi karena kondisi reruntuhan sangat rawan.
“Risiko bangunan runtuh kembali masih tinggi. Tapi kami tetap berkomitmen melakukan evakuasi seaman dan seterukur mungkin,” jelasnya.(cat/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




