Pengurus KDMP di Situbondo Vakum, Usulan Dana Desa untuk Modal Tuai Penolakan

Pengurus KDMP di Situbondo Vakum, Usulan Dana Desa untuk Modal Tuai Penolakan Pembangunan Gedung KDMP Desa Curah Cottok, Kacamatan Kapongan, Situbondo.

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Situbondo dilaporkan vakum akibat belum terealisasinya dana bantuan sebesar Rp3 miliar yang sebelumnya dijanjikan untuk menghidupkan koperasi. 

Kondisi tersebut memicu wacana pengalihan 30 persen Dana Desa (DD) sebagai solusi permodalan, namun usulan tersebut mendapat penolakan dari para kepala desa.

Kepala Desa Curah Cottok, Samsuri, menyebut vakumnya pengurus bukan berarti berhenti total, melainkan terpaksa menunda aktivitas karena ketiadaan modal.

“Akhirnya vakum bukan berhenti, mau ngapain tidak ada uangnya,” ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (14/10/2026).

Penolakan Alokasi Dana Desa

Terkait wacana alokasi DD untuk KDMP, Samsuri menegaskan bahwa para kepala desa keberatan karena setiap desa telah memiliki program prioritas yang akan terganggu jika DD dialihkan.

Kendati demikian, ia menyebut masih ada pengurus KDMP yang berusaha menjalankan koperasi secara swadaya meski dengan keterbatasan.

“Ada juga yang jalan, sehari dua hari masuk. Cari tabungan, itu yang dikerjakan, nabung cuma 2 ribu 5 ribu,” katanya.

Usulan Dana BI untuk Koperasi

Melihat kondisi tersebut, Samsuri menyarankan agar dana dari Bank Indonesia (BI) yang disalurkan ke Bank Himbara juga dialirkan ke KDMP.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO