H. Abdul Mu'id saat memberi keterangan kepada wartawan.
Menurutnya, apa yang ditayangkan Trans7 sangat jauh dari fakta dan terkesan melecehkan figur ulama yang selama ini dikenal sederhana, pekerja keras, dan berjiwa pendidik.
“Kami tahu betul bagaimana sosok Kiai Anwar Mansur dan Bu Nyai Umi Kulusum. Sejak muda mereka berdua sudah tekun, bekerja keras, dan memiliki dedikasi luar biasa dalam mendidik santri,”bebernya.
Gus An’im mengaku, kesejahteraan yang dimiliki para kiai bukanlah hasil memanfaatkan santri, melainkan buah dari kerja keras dan keyakinan spiritual.
“Para kiai meyakini, siapa pun yang berilmu dan mengamalkan ilmunya, Allah akan menjamin rezekinya. Seorang kiai adalah pegawai Tuhan, dan Tuhan tidak akan menyia-nyiakan mereka,” ungkapnya.
Ia menilai tudingan bahwa kehidupan kiai bergantung pada santri adalah bentuk kesesatan berpikir. “
Itu tidak benar sama sekali. Justru banyak kiai yang membangun pesantrennya dengan jerih payah sendiri, bahkan mengorbankan tenaga, waktu, dan harta,” ucapnya.
Gus An’im pun menyambut baik langkah Trans7 yang akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Namun ia menilai permintaan maaf saja belum cukup.
“Harus ada sanksi yang jelas terhadap pihak produksi. Kalau perlu, izin penyiarannya dievaluasi supaya tidak ada tayangan serupa yang menyakiti umat,” tandasnya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




