Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri groundbreaking Dyeing and Finishing Factory PT. Coats Rejo Indonesia
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Ground Breaking Dyeing and Finishing Factory PT. Coats Rejo Indonesia di Pleret, Kabuaten Pasuruan, Rabu (15/10/2025).
Didampingi Konsul Kehormatan Kerajaan Inggris untuk Jawa Timur Ivy Kamadjaja dan Managing Director Coats Rejo Indonesia, Nguyen Phan, Gubernur Khofifah meresmikan tahap awal pembangunan proyek yang diproyeksikan menjadi pabrik alas kaki terintegrasi penuh yang pertama di Indonesia bahkan dunia.
BACA JUGA:
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
Tidak sekedar mendorong perekonomian, nilai ekspor hingga lapangan pekerjaan, Gubernur Khofifah optimis keberadaan Coats Rejo Indonesia di Pleret Pasuruan akan menjadi referensi terhadap keseimbangan antara industrialisasi dan sustainability.
Total realisasi investasi Dyeing and Finishing Factory PT. Coats Rejo Indonesia mencapai Rp. 623.959.698.672, dengan perkiraan penyerapan tenaga kerja mencapai 547 orang.
"Kontribusi ekonomi, devisa dan lapangan kerja memang yang terpenting. Namun kontribusi terhadap sosial responsibility yaitu dalam mencapai net zero emission 2060, disini kita banyak mendapat referensi," ucap Khofifah.
Bukan tanpa alasan, untuk bisa membangun keseimbangan antara industrialisasi dan lingkungan disebutnya memerlukan upaya yang tidak sederhana.
Namun, di Coats Pleret Factory, Gubernur Khofifah mengaku menemukan banyak referensi seperti penggunaan Solar Panel yang terus ditingkatkan, hingga produk-produk yang didesain menjadi lebih ramah lingkungan atau No Waste.
"Jadi kalo ada program pemerintah Net Zero Emission 2060, Inggris itu paling kuat komitmennya untuk mewujudkan Green Industry menuju Blue Industry. Disini, kita bisa melihat bagaimana komitmen dari Coats Rejo Pleret mewujudkannya," jelas Khofifah.
Keberadaan Coats Rejo Indonesia di Pleret Pasuruan, disebutnya menjadi wujud nyata tentang upaya penyeimbang dalam menghasilkan produk berstandard internasional dengan tetap menjaga Standard Operational Procedure (SOP) yang juga bertaraf internasional.
"Dan banyak hal Economy Circular, dimana recycle produknya diproses dengan high tech dan menjadi bahan baku yang international standard," sebut Gubernur Jatim.
"Mudah mudahan menjadi refrensi industri dan pabrik lain. Jadi ada keberseiringan antara industrialisasi dan sustainability," pungkasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




