Yuwono (kanan), seorang penggiat herbal dan lingkungan di Kediri secara simbolis menyerahkan bibit pohon Joho kepada Kepala Desa Joho, Setyo Wibowo untuk ditanam bersama-sama. Foto: Muji Harjita/Bangsaonline.
“Kami (Pemerintah Desa) berencana menjadikan kawasan sekitar lokasi penanaman sebagai titik konservasi pohon joho, sekaligus ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Joho,” kata Setyo.
Sementara itu, Yuwono, seorang penggiat herbal dan lingkungan di Kediri, menjelaskan bahwa pohon joho juga memiliki manfaat bagi kehidupan sehari-hari.
“Kulit pohon bisa digunakan sebagai pewarna alami batik, sementara batangnya dapat dimanfaatkan untuk mengobati sakit gigi dan penambah stamina,” ungkap Yuwono.
Menurut Yuwono, sedangkan buah pohon joho memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti membantu mengatasi wasir, diare, dan cacingan, serta berperan sebagai pencahar dan meredakan kejang. Manfaat lain yang dikaitkan dengan buah ini termasuk membantu mengatasi anemia, asma, dan penyakit pencernaan, serta memiliki kandungan antioksidan dan serat yang bermanfaat.
“Selain bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, pohon joho juga memiliki filosofi mendalam. Dalam budaya Jawa, Joho dikenal sebagai simbol kesejukan, keteduhan, dan keharmonisan. Nilai-nilai inilah yang diharapkan dapat terus tumbuh bersama masyarakat Desa Joho,” tutup Yuwono. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




