Suyati (64), warga Tulungagung peserta JKN sedang berjuang untuk kembali sembuh dari kanker. (Ist)
Namun pada akhir 2024, Suyati kembali mengalami keluhan sesak napas dan cepat lelah. Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, dokter menyatakan bahwa kankernya telah menyebar ke paru-paru akibat sering terpapar asap dari kompor kayu yang digunakan sehari-hari.
“Kata dokter, asap dari kayu bakar bisa memperparah kondisi paru-paru. Sekarang saya disarankan berhenti pakai kompor kayu,” ujarnya.
Mendapatkan kabar bahwa dirinya harus menjalani 12 kali kemoterapi lanjutan, Suyati sempat merasa khawatir soal biaya pengobatan. Namun, dokter menjelaskan bahwa seluruh tindakan medis tersebut masih dijamin oleh BPJS Kesehatan.
“Awalnya saya ragu, takut tidak dijamin lagi. Tapi ternyata semuanya tetap ditanggung JKN karena atas indikasi medis. Saya bersyukur bisa terus berobat tanpa keluar biaya,” ungkapnya.
Kini, Suyati telah menyelesaikan sembilan dari dua belas kali sesi kemoterapi. Meski perjuangannya belum selesai, ia merasa tenang karena tidak lagi terbebani biaya.
“Kalau bukan karena JKN, saya tidak tahu bagaimana bisa membayar. Penghasilan saya tidak menentu dan sekarang sudah tidak bisa kerja berat. Saya harap program ini tetap ada untuk membantu orang seperti saya,” tutupnya. (adv/fer/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






