Penerima penghargaan saat foto bersama
TUBAN,BANGSAONLINE.com - PRPP kini memasuki tahap krusial pengembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban di Jawa Timur.
Perusahaan yang mendapat mandat membangun dan mengoperasikan kilang BBM terintegrasi dengan industri petrokimia itu tengah menyiapkan final investment decision (FID) dari pemegang saham.
BACA JUGA:
Keputusan ini akan menentukan kelanjutan proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.
Salah satu syarat penting dalam penyusunan FID adalah hadirnya rencana pengelolaan kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) yang terintegrasi.
Rencana tersebut dibutuhkan untuk memastikan keselamatan pekerja, pihak lain di area kilang, serta masyarakat dan lingkungan sekitar.
Komitmen itu ditegaskan oleh Manager HSSE Petrochemical Complex PRPP, Sandi Dumara, yang juga mengawal penyusunan FID Proyek GRR Tuban pada aspek K3L.
“Kompleksitas rancang bangun kilang GRR Tuban yang tinggi mendorong kami untuk lebih cermat dalam menyusun rancangan pengelolaan K3 untuk proposal FID yang telah kami susun,” buka Sandi.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan standar tinggi serta berbagai upaya untuk menjamin kualitas sistem pengelolaan K3.
Selain mengacu pada AMDAL, PRPP juga mengadopsi standar Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang menjadi rujukan wajib bagi proyek berskala internasional.
"Selain itu program K3 rutin yang kami laksanakan yaitu sharing pengetahuan mengenai K3 setiap pekan oleh seluruh pekerja, pelatihan tanggap darurat, pelatihan tanggap darurat, pelatihan mengemudi defensif kepada pengemudi perusahaan, safety leadership program, hingga contractor safety management system,” lanjutnya.
Upaya PRPP dalam membangun budaya K3 kemudian mendapat apresiasi dari pemerintah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




