Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Deklarasi Anak Surabaya Digital Aman dan penandatanganan Tri Darma Digital secara serentak, Kamis (27/11/2025). Foto: Hms
Wali Kota Eri melanjutkan, anak yang minder atau kesulitan mengemukakan pendapat sering kali diakibatkan oleh kurangnya interaksi sosial karena terlalu lama menghabiskan waktu di rumah untuk belajar.
“Oleh karena itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik), meminta sekolah untuk aktif membentuk lingkungan yang mendukung sosialisasi, di samping pembentukan Satuan Tugas (Satgas) di setiap sekolah yang terdiri dari Guru Bimbingan Konseling (BK) untuk memantau dan mengawasi perilaku siswa,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menambahkan bahwa Pemkot Surabaya ingin memastikan para pelajar SD dan SMP di Kota Pahlawan menggunakan media digital secara sehat dan bertanggung jawab. Menanggapi instruksi Wali Kota Eri untuk membentuk Satgas, Yusuf menjelaskan bahwa ini adalah upaya penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPKS).
"Semakin banyak tim yang mengingatkan dan semakin banyak ruang bagi anak-anak untuk curhat, semakin baik. Tujuannya adalah memastikan anak-anak memiliki wadah yang tepat dan terfasilitasi sehingga mereka tidak salah memilih tempat untuk mencurahkan isi hati," jelasnya.
Yusuf menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program ini adalah sinergi antara sekolah dan orang tua. Ia meminta orang tua mulai menetapkan waktu yang jelas untuk istirahat, belajar, dan waktu berekspresi secara edukatif.
"Orang tua harus tahu jam pulang putra-putrinya dan membagi tugas dengan sekolah dalam pengawasan, termasuk pengaturan penggunaan sarana digital di rumah. Saat ini sudah banyak referensi game positif dan buku elektronik edukatif, dan inilah yang harus diarahkan kepada anak-anak," pungkasnya. (ari/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




