Bupati Jember, H. Muhammad Fawait, saat menghadiri dialog bertajuk “Guse Menyapa Semboro” di rumah Kepala Desa Sidomulyo.
Ia membeberkan bahwa Kabupaten Jember tahun ini mendapat alokasi optimalisasi lahan sekitar 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian atas instruksi langsung Presiden Prabowo.
Program tersebut mencakup berbagai dukungan, mulai dari pembangunan sarana irigasi, suplai bibit, bantuan alat pertanian, hingga pendampingan hukum.
“Jember dulu dikenal sebagai lumbung padi, tetapi sekarang hasil panen belum merata karena keterbatasan infrastruktur. Ada daerah yang bisa panen tiga kali, sementara sebagian hanya sekali. Karena itu, program optimalisasi lahan dari Pak Prabowo tahun ini sangat penting bagi Jember,” jelasnya.
Menutup dialog, Gus Fawait mengingatkan pentingnya pengawasan agar bantuan pertanian tidak disalahgunakan, mengingat anggaran yang tersedia cukup terbatas.
Ia juga mendorong kelompok tani untuk melibatkan generasi muda dalam struktur organisasi demi mempercepat inovasi dan tata kelola administrasi.
Ia kemudian meminta perangkat desa serta dinas terkait untuk segera mengajukan kebutuhan petani Semboro secara rinci, baik terkait bibit jagung, bibit padi, maupun perbaikan irigasi.
Gus Fawait juga menyarankan pemilik lahan yang belum dapat panen tiga kali karena kendala infrastruktur, untuk diusulkan dalam program optimalisasi tahap berikutnya.
Di akhir, Gus Fawait menyebut bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Jember, terutama bidang pertanian, karena sedang berada pada fase paling positif.
“Pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pengaspalan akses menuju lahan pertanian di wilayah Semboro, akan dikerjakan bertahap mulai tahun depan,” pungkasnya. (nga/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




