Data empat tahun terakhir menunjukkan tren kelahiran ternak di Jatim stabil tinggi: 1,08 juta ekor pada 2020, 1,18 juta ekor pada 2021, 1,09 juta ekor pada 2022, dan 1,1 juta ekor pada 2023. Kondisi tersebut meneguhkan posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional.
Khofifah menyebut pengembangan sapi potong dan perah sangat potensial karena Indonesia masih bergantung pada impor.
“Artinya kita defisit 52% produksi daging yang dipenuhi melalui impor, lalu defisit 79% untuk produksi susu nasional yang kemudian harus dipenuhi dengan impor,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Marketing MURI Awang Rahargo menjelaskan bahwa Pemprov Jatim bersama Dinas Peternakan melaksanakan pelayanan inseminasi buatan sejak 1 Januari hingga 24 November 2025.
Ia menilai program tersebut sebagai langkah strategis meningkatkan populasi sapi dan memperkuat ketahanan pangan.
“Kegiatan hari ini bukan serta merta demi pencapaian sebuah rekor tetapi memang layak dan luar biasa dikarenakan capaian ini telah menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah pemerintah provinsi di bawah bimbingan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada inseminator dan peternak dalam mendorong efisiensi reproduksi ternak secara modern dan berkelas,” ujar Awang. (dev/van)












