Menurutnya, berbagai inovasi yang dilakukan peternak berkontribusi besar menjadikan Jatim sebagai provinsi dengan populasi dan produktivitas sapi tertinggi nasional.
“Panjenengan semua telah berinisiatif melakukan banyak inovasi, melakukan banyak kerja kerja produktif sehingga populasi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur terbesar di antara seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Sepanjang 2024, Jatim mencatat kelahiran 1,1 juta pedet—angka tertinggi di Indonesia—yang ditopang 1.417 inseminator di seluruh provinsi.
Khofifah menjelaskan bahwa inseminasi buatan juga menjadi langkah pemulihan populasi ternak pascawabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022.
“Banyak ternak yang sakit, mati, dan harus dipotong paksa dan ini berdampak langsung pada penurunan populasi dan produktivitas ternak, termasuk menurunnya produksi susu, daging, dan kelahiran pedet,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengendalian PMK dilakukan dengan pengobatan, vaksinasi, dan disinfeksi. Pada 2024, status wabah tersebut turun menjadi Tertular.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kekompakan Tim Satgas PMK terdiri dari BNPB, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, TNI, dan Polri, wabah PMK telah dapat dikendalikan,” katanya.












