Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto (tengah), didampingi Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Priyanto (kiri), dan Ketua Panitia Musda ke VII, Lukman Efendi, saat konferensi pers. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - DPD LDII Kota Kediri akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VII di Ponpes Wali Barokah pada Rabu (17/12/2025). Untuk menyukseskan agenda tersebut, DPD LDII bersama panitia mengadakan pertemuan dengan media di lokasi yang sama, Minggu (14/12/2025).
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, didampingi Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, serta Ketua Panitia Musda VII, Lukman Efendi, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari persiapan menuju Musda.
BACA JUGA:
- Pimpin LDII Gresik Periode 2026-2031, Khusnul-Fajar Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah
- Musda X LDII Gresik Digelar, Enam Kandidat Berebut Kursi Ketua Baru
- Syawalan Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Perkuat Ukhuwah dan Visi Pendidikan Santri
- Ketum DPP LDII Apresiasi Ponpes Wali Barokah, Sukses Laksanakan Rangkaian Kegiatan Ramadan
“Dengan persiapan yang matang, diharapkan pelaksanaan Musda ke VII LDII Kota Kediri berjalan sukses dan menghasilkan kepengurusan baru yang lebih baik dan amanah,” kata Kyai Sunarto.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, menekankan bahwa LDII akan berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai 'agen perubahan dan pembangunan positif' melalui dakwah, dan pembangunan peradaban manusia.
Menurut dia, Musda VII akan mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2020-2025, membahas program kerja 2025-2030, serta memilih ketua dan pengurus baru.
Agung menjelaskan, LDII ke depan akan fokus pada 8 program pengabdian. Pada bidang kebangsaan, LDII menegaskan pentingnya Bahasa Indonesia sebagai aset pemersatu bangsa yang harus terus dibina dan dikembangkan.
Pada bidang keagamaan, LDII berkomitmen memastikan dakwah Islam dapat diakses seluruh umat, termasuk kelompok marjinal seperti masyarakat di daerah terpencil, penderita disabilitas, penderita kusta, dan narapidana.
Dalam bidang pendidikan, LDII mendukung sistem pendidikan karakter 'Profesional Religius' yang menggabungkan moral character dan performance character, melalui platform Pondok Karakter.
Pada bidang kesehatan, LDII mendorong penggunaan obat herbal berdampingan dengan obat konvensional agar memiliki khasiat tersendiri.






