Hexa Reef di Tlangoh: Benteng Abrasi di Lautan, Evolusi Sosial di Daratan

Hexa Reef di Tlangoh: Benteng Abrasi di Lautan, Evolusi Sosial di Daratan Inovasi Hexa Reef PHE WMO di Pantai Tlangoh berhasil mengatasi abrasi dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui wisata pesisir terintegrasi.

Sejak pertama kali ditanam pada 2023, PHE WMO kini telah menempatkan 390 ton hexa reef di perairan Tlangoh. Hasilnya pun nyata. Studi tahun 2025 menunjukkan adanya sedimentasi atau akresi yang memperlebar bibir pantai. Data analisis periode 2016-2025 mencatat tren akresi hingga lima meter pada segmen tertentu.

Dari Benteng Abrasi Menjadi Rumah Ikan

Manfaat hexa reef melampaui sekadar pelindung pantai; ia menjelma menjadi habitat alami ekosistem laut. Saat ini, teridentifikasi 20 spesies ikan karang yang mulai mendiami struktur tersebut. Kemunculan biota laut ini memudahkan nelayan setempat untuk mencari ikan tanpa perlu melaut terlalu jauh.

Selain itu, karang lembaran (coral foliose) dan karang masif (coral massive) mulai tumbuh subur di permukaan hexa reef, menciptakan pemandangan bawah laut yang memikat wisatawan. Seluruh struktur pun terpantau dalam kondisi kokoh tanpa retakan sedikit pun.

Evolusi Sosial: Hero Tanpa Jubah dari Tlangoh

Keberhasilan ini tak lepas dari peran Kepala, Kudrotul Hidayat, yang berhasil membangun kesadaran lingkungan warga. Ia membentuk Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlangoh untuk mengelola kawasan tersebut.

"Berkat adanya hexa reef, rantai nilai program tercipta dengan adanya kerja sama yang dikembangkan, antara pokdarwis yang mengelola kawasan wisata dengan kelompok nelayan dan pelaku usaha mikro kecil menengah," ungkap Kudrotul.

Dampaknya terasa secara ekonomi. "Penetapan status pantai sebagai destinasi wisata ini mendorong terbentuknya lapangan pekerjaan baru," tambahnya.

Kini, sekitar 40 UMKM lokal tumbuh subur, mulai dari pedagang kuliner hingga jasa parkir. Menariknya, tujuh anggota Pokdarwis adalah mantan pekerja migran Indonesia yang memilih pulang untuk membangun desa mereka sendiri.

Zulfikar Akbar, General Manajer Zona 11, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. “Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berhasil. Buat kami, mereka semua adalah hero tanpa jubah dan topeng dari Tlangoh," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO