Ilustrasi UMK Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah secara resmi telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pamekasan untuk tahun 2026 sebesar Rp2.528.004. Nominal ini mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen jika dibandingkan dengan besaran upah pada tahun sebelumnya.
Kabar ini membawa angin segar bagi kalangan buruh di Kabupaten Pamekasan. Kenaikan tersebut dianggap sebagai langkah nyata dalam menghargai kontribusi pekerja serta menjadi stimulus untuk mendongkrak produktivitas di berbagai sektor industri.
Respons Positif Serikat Pekerja
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Miftahol Arifin, anggota Dewan Pengupahan dari unsur Serikat Pekerja, memberikan apresiasi atas kebijakan tersebut. Ia menilai angka yang disepakati mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup para buruh.
"Kami menyambut baik penetapan UMK Pamekasan. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan dari tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja," ujar Miftahol Arifin.
Lebih lanjut, Arifin menekankan bahwa dalam perumusan angka ini, pihak serikat pekerja juga tidak mengabaikan kondisi ekonomi dan keberlanjutan sektor usaha di daerah. Ia berharap kenaikan upah ini menciptakan keseimbangan antara hak pekerja dan kelangsungan bisnis.
"Kenaikan ini menjadi pemicu semangat produktivitas, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis di Kabupaten Pamekasan," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




