Hacker Retas PornHub, 200 Juta Member Premium Digunakan untuk Pemerasan

Hacker Retas PornHub, 200 Juta Member Premium Digunakan untuk Pemerasan

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sekelompok hacker yang menamakan dirinya ShinyHunters mengklaim telah meretas 200 juta data pengguna Premium.

Data yang mencapai 94 gigabyte berisi informasi sensitif itu, digunakan untuk upaya pemerasan.

Menurut pada hacker tersebut, mencakup alamat email, riwayat pencarian, aktivitas menonton dan mengunduh video, judul video, kata kunci, stempel waktu hingga perkiraan lokasi pengguna.

Data ini, memungkinkan hacker mengetahui kebiasan pengguna melakukan apa saja di halaman tersebut.

Pornhub, yang dikenal sebagai salah satu situs dewasa terbesar di dunia, menegaskan bahwa kebocoran data tersebut tidak berasal dari sistem internal mereka.

Dalam pernyataan resminya, Pornhub menyebutkan bahwa data tersebut diduga berasal dari Mixpanel, perusahaan analitik pihak ketiga yang sebelumnya digunakan Pornhub, namun sudah dihentikan sejak 2021.

Hal ini mengindikasikan bahwa data yang terekspos kemungkinan merupakan data lama. Meski demikian, bagi banyak pengguna, informasi aktivitas digital beberapa tahun lalu tetap dianggap sama sensitif dan memalukan dengan data terbaru.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mihanika, Bule Rusia Buronan Polisi yang Bikin Video Hohohihe di Gunung Batur Bali':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO