Tegas! Putra Jaya Grati Pecat Pemain yang Lakukan Tendangan Kungfu

Tegas! Putra Jaya Grati Pecat Pemain yang Lakukan Tendangan Kungfu Tangkapan layar tendangan kungfu yang dilakukan pemain Putra Jaya Grati.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Manajemen Putra Jaya Grati resmi memecat salah satu pemainnya setelah insiden tendangan kungfu yang mencederai lawan dalam laga Liga 4 Zona Jawa Timur.

Peristiwa itu terjadi saat Putra Jaya menghadapi Perseta 1970 Tulungagung pada putaran 32 besar di Stadion Gelora Bangkalan pada Senin (5/1/2026). 

Pemain yang dipecat adalah Muhamad Hilmi Gimnasti­ar (20). Ia dinilai melakukan tindakan tidak sportif dengan menendang dada Firman Nugraha, pemain Perseta 1970, hingga cedera. 

Aksi kasar tersebut terjadi ketika Putra Jaya tertinggal 0 - 4. Pemecatan Hilmi tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani Ketua Harian Putra Jaya, Gaung Andaka R. 

Manajemen menilai tindakan sang pemain bertentangan dengan asas sepak bola, khususnya prinsip fair play, serta mencoreng nilai sportivitas kompetisi.

“Manajemen mengambil langkah tegas dengan memberhentikan pemain yang bersangkutan karena tindakannya tidak dapat ditoleransi,” demikian isi pokok surat pemecatan yang telah dikutip BANGSAONLINE.com, Rabu (7/1/2025).

Selain itu, pengurus Putra Jaya juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Firman Nugraha, dan tim Perseta 1970 Tulungagung atas insiden di lapangan.

Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Pasuruan menyatakan telah memanggil pengurus Putra Jaya untuk klarifikasi terkait insiden yang sempat viral di media sosial. 

Askab menegaskan akan menggelar rapat koordinasi guna menjatuhkan sanksi tegas terhadap klub apabila terbukti mencederai nilai-nilai sepak bola. Wakil Ketua Umum Askab PSSI Pasuruan, Abu Bakar Assegaf, menyampaikan kekecewaannya. 

“Kami sangat menyayangkan dan kecewa. Liga 4 sejatinya menjadi ajang pembinaan dan pencarian bibit pemain bertalenta, bukan tempat mempertontonkan kekerasan,” ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, wasit langsung mengganjar kartu merah kepada Hilmi sehingga ia harus keluar lapangan. 

Askab PSSI Pasuruan menegaskan komitmennya menjaga marwah kompetisi dan memastikan Liga 4 tetap berjalan sesuai tujuan pembinaan sepak bola nasional. (maf/par/mar)