foto: imron/BANGSAONLINE
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Peringatan Hari Pahlawan di Lumajang diwarnai aksi damai dari masyarakat kontra tambang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten setempat, Selasa (10/10).
Dalam aksinya, puluhan pengunjuk rasa menuntut agar aparat penegak hukum harus serius menangani kasus pembunuhan aktivis lingkungan Salim Kancil. Selain melakukan orasi, pengunjuk rasa juga memasang surat terbuka yang ditujukan ke Presiden RI Joko Widodo dalam bentuk baliho di depan Kantor Pemkab Lumajang.
BACA JUGA:
- Wali Kota Mojokerto Beri Penghargaan Dinas Pendidikan OPD Terbaik Usai Pimpin Upacara Hari Pahlawan
- Pimpin Upacara Hari Pahlawan, Wagub Emil Dardak Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
- Peringati Hari Pahlawan, Senator Ning Lia Ajak Berjuang dengan Ilmu dan Kepedulian Sosial
- Perdana, Super Jet Air Akan Mendarat di Bandara Dhoho Kediri Saat Momen Hari Pahlawan 2025
Surat dengan perihal tuntutan masyarakat Lumajang pascatragedi Selok Awar-awar itu berisikan 7 item, yakni:
(1) Usut Bupati, DPRD dan Pejabat Lumajang yang terlibat penambangan pasir ilegal dengan pasal tindak pidana pencucian uang sesuai dengan Perintah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
(2) Turunkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kerugian negara akibat penambangan pasir ilegal selama kurang lebih 10 tahun.
(3) Jaminan keselamatan untuk aktivis dan jurnalis yang mengawal kasus penambangan pasir.
(4) Pengusaha penambangan pasir ilegal wajib mereklamasi lokasi yang sudah ditambang dan harus diproses sesuai dengan hukum yg berlaku (UU Minerba no. 4 tahun 2009).
(5) Jadikan pasir selatan selatan Lumajang dan Jember sebagai kawasan hijau dan wisata.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




