Gus Lilur Usulkan Setop Ekspor Benih Bening Lobster ke Presiden Prabowo

Gus Lilur Usulkan Setop Ekspor Benih Bening Lobster ke Presiden Prabowo Khalilur R. Abdullah Sahlawiy

SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Pengusaha sekaligus tokoh nelayan Situbondo, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy menyampaikan usul penghentian ekspor benih bening lobster (BBL) dan pengalihan kebijakan ke berukuran 50 gram kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Usulan tersebut disampaikan melalui surat elektronik yang dikirimkan beberapa bulan lalu kepada Presiden. 

Dalam surat itu, Khalilur meminta pemerintah menghentikan ekspor BBL dan menggantinya dengan hasil budi daya.

"Hal ini yang saya usulkan agar tercipta beberapa hal berikut, pertama terciptanya iklim budi daya di Indonesia. Karena dengan hanya bisa meng ukuran 50 gram, para pengekspor harus membudidayakan BBL setidaknya tiga bulan di Indonesia," kata pria yang akrab disapa Gus Lilur, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, alasan kedua dari usulan tersebut adalah potensi terbukanya jutaan lapangan kerja. 

Menurutnya, jika volume ukuran 50 gram mencapai 2 juta ekor per hari, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk menjaga keramba dan merawat proses budi daya.

Selain itu, Gus Lilur menilai kebijakan tersebut dapat mengubah posisi Indonesia di pasar global.

"Jika selama ini RI dikenal sebagai penjual BBL, maka dengan dihentikannya ekspor BBL dan dibukanya 50 gram, Indonesia akan dikenal sebagai peng," ujarnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO