Pertamina Patra Niaga menyatakan cuaca buruk di alur pelayaran Jawa menjadi penyebab distribusi LPG terhambat.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekosongan stok. Pertamina Patra Niaga menyatakan cuaca buruk di alur pelayaran Jawa menjadi penyebab distribusi LPG terhambat.
Dampaknya, pengiriman dari agen menuju pangkalan terhambat. Hal ini mengakibatkan stok di sejumlah pangkalan wilayah Bojonegoro mengalami kekosongan.
BACA JUGA:
- Layani 232 Kloter Haji 2026, Pertamina Siapkan Lebih dari 80 Ribu Kl Avtur di Juanda
- Pertamina Pecat 2 Sopir Tangki di Tuban atas Dugaan Pencurian, Ketua Komisi II Bantah Tuduhan
- Pasar Murah Pertamina Patra Niaga untuk 4 Desa, Warga Tebus Paket Rp211 Ribu Hanya dengan Rp30 Ribu
- Pertamina Patra Niaga Gelar Pasar Sembako Murah di Tuban
Menanggapi hal tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan gangguan distribusi disebabkan cuaca buruk di alur pelayaran Jawa yang menghambat pergerakan kapal pengangkut LPG.
"Kami akan segera melakukan percepatan pemulihan pasokan LPG," katanya, Senin (19/1/2026)
Pertamina Patra Niaga bakal mengatur distribusi LPG agar tetap menyalurkan rata-rata 50 persen dari volume harian normal dari SPBE ke agen hingga pangkalan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan LPG tetap merata di masyarakat.
“Kami optimistis kondisi akan segera membaik dan distribusi LPG kembali berjalan normal dalam waktu dekat,” ujar Ahad.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




