Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, saat memberi sambutan. Foto: Ist
Binlat berlangsung satu hari penuh di dua lokasi, yakni Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno dan Pondok Jati Diri Bangsa. Materi pelatihan menitikberatkan pada tiga pilar utama: spiritual, intelektual, dan kultural.
Ketua Pilot Project Binlat, Kushartono, menjelaskan kurikulum disusun melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas, termasuk Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa yang telah memiliki sertifikasi BNSP, serta Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta juga merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini. Ia adalah Mutiara Zahra Wahdania dari SMA Dharma Wanita 1 Pare.
“Saya menikmati kegiatan ini dari awal sampai akhir. Ternyata sangat penting mengenal jati diri sendiri dan jati diri bangsa. Kalau kita tidak mengenalnya, kita akan mudah diremehkan. Jangan malu dengan masa lalu, mari melangkah dengan semangat baru,” akunya.
Hal senada disampaikan Almayra Hayyu Azzahra dari SMAN 1 Grogol.
“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru, kebersamaan, serta pemahaman sejarah perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar,” katanya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




