Gubernur Khofifah saat membuka diklat PPIH kloter Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji.
"Pada posisi ini menambahkan keilmuan dari petugas PPIH kloter terkait fighunisa yang menurut saya sangat penting," katanya.
“Kalau boleh ditambahkan pak Dirjen karena persoalan ini sering membuat orang menjadi ragu. Karena bagi perempuan usia subur yang menjalani haid saat haji sering ragu kapan saat harus bersuci," sambungnya.
Khofifah menyambut pelaksanaan diklat yang lebih awal karena memberi waktu penguatan dan membangun koneksitas antarkloter. Ia berharap pelatihan berjalan lancar dan memudahkan peserta dalam menjalankan tugas melayani jamaah.
"Semoga setiap ikhtiar dan usaha dalam pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji dibalas oleh Allah SWT dengan pahala kebaikan yang berlipat, keberkahan hidup, serta kemuliaan di dunia dan di akhirat," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta peserta memanfaatkan 10 hari diklat untuk menguasai tugas masing‑masing, sehingga saat di lapangan dapat melayani dengan sepenuh hati, integritas, dan disiplin.
“Disiplin merupakan pondasi dan cermin negara melayani tamu Allah," ucapnya.
Acara dihadiri Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jatim, Mohammad As'adul Anam, para alim, ulama, masyayikh, kyai, bu nyai, narasumber, fasilitator, dan peserta diklat PPIH Kloter Embarkasi Surabaya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




