Petugas damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar gedung asrama Pesantren Miftahul Ulum.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, memastikan seluruh santri selamat dalam musibah kebakaran yang melanda asrama Ma'had Tibyan Li Al-Shibyan, pada Jumat (6/2/2026) malam.
Diberitakan sebelumnya, api mulai terlihat berkobar sekira pukul 20.15 WIB. Berdasarkan pendataan, si jago merah menghanguskan sedikitnya 14 kamar santri, satu gedung perpustakaan, dua ruang kantor, satu kantin, hingga fasilitas kamar mandi.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi sekira pukul 21.01 WIB untuk menjinakkan api. Proses pemadaman dan pembasahan baru dinyatakan selesai sepenuhnya pada Sabtu dini hari pukul 00.56 WIB.
Pengurus Yayasan Al-Miftah Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen, Maltuful Anam, memberikan konfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
"Kami sudah pastikan lengkap semua. Tidak ada korban," ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Maltuful Anam menambahkan bahwa kerugian materiil akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Mengenai penyebab kebakaran, dugaan sementara mengarah pada masalah instalasi listrik.
"Diduga api berasal dari gedung perpustakaan akibat korsleting listrik," ucapnya.
Mengingat kondisi asrama yang tidak memungkinkan untuk ditempati, pihak pesantren mengambil kebijakan untuk meliburkan dan memulangkan para santri yang terdampak lebih awal dari jadwal semula.
"Selanjutnya, kami akan berupaya agar 400 santri bisa kembali mengikuti pendidikan di pesantren dengan normal setelah libur bulan puasa Ramadan," pungkas Maltuful Anam.








